Rabu, 05 September 2012

PERBANDINGAN 3 Jenis Telur

Di dalam telur terkandung embrio dan sejumlah nutrisi sebagai bekal agar embrio tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi janin.

Jumlah nutrisi haruslah mencukupi kebutuhan materi dan energi bagi perkembangan embrio selama masa pengeraman bahkan sesaat setelah menetas.


Teringat belasan tahun lalu, masa-masa sekolah dulu, seorang kawan akrab, Asmoro Lelono namanya, dengan bijaknya ia memilih 2 telur dadar untuk lauk pauk daripada sepotong paha ayam goreng. Alasannya, 1 butir ekuivalen dengan calon 1 ekor ayam.... nah kalau 2 butir ? Masuk akal memang. Jika kemudian sayapun ikut-ikutan dengan kebiasaannya beliau, sebenarnya lebih kepada karena pertimbangan ekonomi.... maklum masa-masa nge "kost" serba pailit... he he he

Banyaknya nutrisi yang terkandung di dalam telur adalah potensi bagi perkembangan embrio, dengan kata lain, jika embrio itu merupakan calon individu berukuran besar, maka jumlah nutrisi yang terkandungnyapun haruslah banyak. Ini berarti telurnyapun haruslah berukuran besar.

Wajar bila telur ayam jauh lebih besar dibandingkan telur seekor kenari. Wajar pula jika telur kenari lebih besar dibanding telur blackthroat.

Contoh diatas adalah perbandingan telur untuk species yang berbeda. Bagaimana untuk ukuran telur pada satu spsecies yang sama ? Dari beberapa kasus, ternyata ukuran telur dalam satu periode sering menunjukkan perbedaan dalam hal ukuran.

Jika memang demikian, maka seharusnya kita bisa memprediksi bahwa dari ukuran telur besar akan menetas bayi burung lebih besar dibandingkan dengan bayi yang berasal dari telur berukuran kecil.

Bagi peternak yang berorientasi pada kualitas, maka sejak dari telurpun haruslah diseleksi. Hanya telur-telur yang berukuran besarlah yang tetap dibiarkan untuk di erami dan telur kecil di anulir.

Benar, bahwa ukuran bayi tidak serta merta akan menjadi inividu berukuran besar di kemudian hari. Tapi setidaknya itu adalah langkah awal bagi sebuah perencanaan.

Benar juga bahwa ukuran burung belum tentu berbanding lurus dengan volume suara, tetapi bukankah pada kebanyakan hobiis selalu terbuai dengan UKURAN ?

Wallahu a'lam
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar