Senin, 10 Juni 2013

DARI PEMULA untuk PEMULA

Bukan warna merahnya yang ingin sy persoalkan, karena ketertarikan hobiis kenari terhadap warna merah hanyalah mengenai selera saja. Warna pun tidak berkaitan dengan suara, krn keduanya adalah 2 persoalan yang berbeda. Warna merah merupakan ekspresi dari pigmen, baik alami atau pewarnaan, sedangkan suara adalah murni urusan shiring (selaput suara).

Sy sering mendapat pertanyaan baik via SMS atau inbox, yang bertanya seputar cara beternak.

Tersanjung sekali sampai dipercaya dapat menjawab pertanyaan, padahal saya benar-benar pemula dan tentu saja harus banyak nyuri ilmunya dari para senior.... hehehe

Salah satu dari sekian banyak pertanyaan itu mengenai ukuran kandang.

Terus terang saja, memang sy adalah seorang pemalas untuk membaca atau mencari-cari sumber yang terkait dengan itu. Sy pun belum pernah melakukan riset, sebenarnya berapa ukuran kandang paling ideal sehingga kenari-kenari itu dapat tinggal dengan nyaman.

Satu hal yang sy yakini bahwa, kenyaman amatlah menntukan produktifitas mereka, disamping tentu faktor-faktor lainpun turut berpengaruh.

Dari sekian banyak faktor yang berpengaruh terhadap kenyaman itu diantaranya pencahayaan, sirkulasi udara dan suhu lingungan disekitar kandang-kandang ternak. Oleh karena itu penting untuk diperhatikan mengenai ukuran dan model kandang.

Di wilayah yg suhunya cenderung panas tentu harus menggunakan kandang yg relatif lebih besar jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain yang suhunya lebih rendah.

Di Bandung misalnya, bisa saja menggunakan kandang berukuran 60cm x 40cm, tapi di bekasi haruslah lebih besar. Untuk wialayah dengan suhu relatif rendah, keempat sisinyanya (kiri-kanan,belakang dan atas bisa menggunakan penutup triplek, tetapi karena di Bekasi suhunya lebih panas, maka tidak semua sisi harus tertutup. Untuk bagian belakang coba sy gunakan kawat parabola. Tujuan agar selain udara tetap bisa berisrkulasi untuk mengindari panasnya udara juga bisa terhidar dari serangan nyamuk.

ini sekedar pendapat lho... jangan percaya dengan omong kosong ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar