Kamis, 20 Juni 2013

PERKAWINAN SEDARAH

Perkawinan sedarah dalam penangkaran burung adalah proses reproduksi yang terjadi akibat perkawinan dari dua burung dengan garis genetik sama atau memiliki orang tua yang sama atau bersaudara. Misalnya adalah induk jantan dengan anakannya, anakan dengan induk betina, anak dengan anak, cucu dengan kakek atau nenek dan seterusnya.
Perkawinan inbreed bisa meningkatkan risiko burung anak menuruni sifat resesif yang merusak. Jika terjadi penurunan genetis (kesehatan secara umum) dari suatu populasi burung, maka disebut inbreeding depression. Sifat pembawa yang menyebabkan penurunan kualitas keturunan biasanya dihilangkan melalui proses tertentu yang juga dikenal sebagai genetic purging atau “pembersihan genetik”.
Perkawinan inbreeding atau penangkaran antar-sanak dalam bahasa sehari-hari dikenal istilah incest atau antar-muhrim. Pengertian inbreed dalam biologi meliputi juga perkawinan atau pembuahan sendiri (selfing atau self fertilisation).
Hubungan kekerabatan (relatedness atau relationship) ini biasanya dikuantifikasi dengan beberapa ukuran (seperti koefisien konsanguinitas dari Jacquard, koefisien kesekerabatan atau inbreeding coefficient, dan kovarians kekerabatan).
Para penangkar burung (yang sudah berkembang di Thailand atau di Barat misalnya) menghilangkan karakteristik yang tidak diinginkan dalam populasi burung tertentu, yang juga dibarengi dengan pemusnahan terhadap apa yang dianggap “keturunan tidak layak”, dilakukan terutama ketika mencoba untuk memunculkan sifat baru pada burung tertentu.
Jika Anda sudah ahli dalam “memilah dan memisahkan” sifat keturunan tertentu pada burung, silakan saja Anda menangkar burung dari indukan atau keturunan yang sama. Namun jika masih awam atau pemula, saran saya, kawinkan burung dari orang tua atau kakek yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar